Heboh! Harga Minyak Dunia Memuncak, Pemerintah Putuskan Kenaikan Avtur
Heboh! Harga Minyak Dunia Memuncak, Pemerintah Putuskan Kenaikan Avtur

Heboh! Harga Minyak Dunia Memuncak, Pemerintah Putuskan Kenaikan Avtur

Bagikan

Harga minyak dunia melonjak drastis memaksa pemerintah menaikkan harga avtur, Maskapai dan pilot pun bersiap menghadapi dampak besar.

BERITA

Lonjakan harga minyak global berdampak langsung pada biaya avtur di Indonesia. Pemerintah mengambil langkah menaikkan harga untuk menyeimbangkan pasokan energi dan fiskal negara. Dampak ini dirasakan maskapai, pilot, dan masyarakat luas. Simak analisis potensi efek kenaikan harga avtur pada penerbangan dan sektor transportasi udara berikut hanya di Sorotan Berita Dalam Negeri.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kenaikan Harga Avtur Di Indonesia

Harga bahan bakar pesawat jenis avtur di Indonesia mengalami kenaikan mulai April 2026, seiring lonjakan harga minyak dunia yang terus berada pada level tinggi. Kenaikan ini mengikuti mekanisme pasar global dan secara langsung memengaruhi biaya operasional maskapai, sehingga berdampak pada pengelolaan tarif tiket dan strategi bisnis penerbangan. Di Bandara Soekarno‑Hatta, harga avtur per liter kini mencapai sekitar Rp23.551, naik signifikan dari Rp13.656 sebulan sebelumnya, menandakan lonjakan lebih dari 70 persen dalam waktu singkat.

Di Bandara Ahmad Yani Semarang serta bandara lainnya di Indonesia, harga avtur juga melonjak di atas Rp25.000 per liter akibat tekanan harga minyak global yang tinggi. Lonjakan ini menjadi faktor penting yang mendorong pemerintah untuk melakukan revisi kebijakan terkait pengaturan biaya penerbangan domestik. Kenaikan harga avtur tidak hanya memengaruhi maskapai, tetapi juga berimplikasi pada konsumen dan sektor logistik udara, sehingga pemerintah berupaya menyeimbangkan antara stabilitas harga dan kelangsungan operasional industri penerbangan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Respons Pemerintah Terhadap Avtur Mahal

Pemerintah menanggapi lonjakan harga avtur dengan menaikkan komponen fuel surcharge hingga 38 persen sebagai bentuk respon terhadap kenaikan harga bahan bakar. Peningkatan fuel surcharge ini dilakukan setelah koordinasi bersama maskapai untuk menutup fluktuasi biaya bahan bakar pesawat.

Langkah tersebut dinilai diperlukan agar maskapai tetap bisa menjalankan operasional, sambil menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga menargetkan agar harga tiket pesawat domestik tetap terkendali meski avtur mahal.

Baca Juga: Krisis Energi Mengintai! Transportasi Publik Jadi Sasaran Utama Pemerintah?

Dampak Pada Industri Penerbangan

BERITA

Harga avtur yang naik signifikan mempengaruhi biaya operasional maskapai karena avtur menyumbang sekitar 40% total biaya penerbangan. Akibatnya, maskapai pun menyesuaikan strategi penetapan tarif dan biaya tambahan seperti fuel surcharge agar tetap berkelanjutan.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) bahkan mendorong penyesuaian tarif batas atas penerbangan domestik. Penyesuaian tersebut diharapkan membantu industri tetap bertahan di tengah tekanan biaya tinggi akibat harga avtur global.

Upaya Mitigasi Pemerintah

Selain menaikkan fuel surcharge, pemerintah menyiapkan langkah lain untuk meredam dampak pada harga tiket. Salah satunya adalah pemberian insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 11% pada tiket kelas ekonomi domestik selama dua bulan.

Pemerintah juga memberikan relaksasi pembayaran antara Pertamina dan maskapai melalui skema B2B. Insentif bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat diberikan untuk menekan biaya operasional industri penerbangan di Indonesia.

Perbandingan Harga Avtur Di Kawasan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan meskipun harga avtur naik, Indonesia tetap lebih kompetitif dibanding negara tetangga seperti Thailand atau Filipina. Di Thailand, harga avtur mencapai sekitar Rp29.518 per liter, sedangkan di Filipina sekitar Rp25.326 per liter.

Perbandingan ini menunjukkan harga avtur Indonesia meskipun meningkat di pasar domestik, masih relatif lebih rendah. Kondisi ini menjadi salah satu argumen pemerintah bahwa penyesuaian harga masih dapat dikelola secara kompetitif di kawasan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.ddtc.co.id
  • Gambar Kedua dari news.ddtc.co.id

Leave a Reply