Kebakaran lahan kembali melanda Batang Hari, Jambi, menghanguskan Desa Penerokan, Bajubang, lahan gambut luas dan rawan terbakar.
Kondisi ini memicu kepanikan di masyarakat karena risiko kebakaran yang sulit dikendalikan dan potensi dampak bagi kesehatan serta lingkungan sekitar. Petugas gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Batang Hari, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Sorotan Berita Dalam Negeri.
Luas Area Terdampak Capai 5 Hektare
Kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi, pada Kamis (12/3). Peristiwa ini menimbulkan kepanikan warga setempat karena lahan yang terbakar tergolong luas dan berada di kawasan yang sulit dijangkau. Warga segera menghubungi pihak berwenang untuk menanggulangi api yang cepat menyebar.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tim gabungan dari BPBD Batang Hari dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera langsung dikerahkan ke lokasi. Hingga Jumat (13/3), sekitar 3 hektare dari total 5 hektare telah berhasil dipadamkan. Upaya ini dilakukan melalui proses pendinginan untuk mencegah titik api muncul kembali.
Warga mengaku khawatir karena lahan yang terbakar termasuk wilayah gambut yang mudah terbakar dan menghasilkan asap tebal. Asap ini sempat menimbulkan gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar. BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan dan kerja sama antara aparat dan masyarakat dalam mencegah kebakaran meluas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Upaya Pemadaman Dan Koordinasi Tim Gabungan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan secara bertahap. Tim gabungan memanfaatkan peralatan darat dan melakukan patroli rutin di sekitar titik api. Koordinasi dilakukan dengan aparat desa dan relawan lokal untuk memastikan area terdampak tidak bertambah.
Selain itu, BNPB juga memantau kondisi lahan secara terus-menerus dengan bantuan drone dan pemantauan satelit. Hal ini penting untuk mendeteksi titik api yang sulit terlihat dari darat. Pendekatan ini memungkinkan tim pemadam untuk bertindak cepat dan menekan risiko kebakaran kembali.
Abdul Muhari menekankan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi kunci. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Informasi mengenai titik api yang muncul harus segera dilaporkan untuk menghindari kebakaran yang lebih besar.
Baca Juga:Â Darurat Bencana! Rumah di Tebet Ambles, Korban Ungkap Suasana Panik dan Ketakutan
Jambi Jadi Prioritas Penanganan Karhutla
Jambi termasuk dalam enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bersama Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Provinsi-provinsi ini memiliki banyak lahan gambut yang rentan terbakar. Pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 1/2020 menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan di daerah-daerah tersebut.
Kepala BNPB, Suharyanto, pernah memimpin apel kesiapsiagaan Karhutla yang melibatkan lebih dari 1.000 personel gabungan di Pekanbaru, Riau. Apel tersebut menekankan sinergi antara kementerian, TNI, Polri, dan BPBD dalam mengantisipasi kebakaran besar. Strategi ini diharapkan dapat diterapkan juga di Jambi untuk mencegah bencana lebih luas.
Karakter wilayah Batang Hari yang sebagian besar berupa dataran rendah dan rawa membuat kawasan ini memiliki tanah gambut yang mudah terbakar. Dengan kondisi iklim yang kerap panas dan kering, risiko Karhutla meningkat. Karena itu, pengawasan intensif dan tindakan cepat sangat diperlukan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan.
Dampak Lingkungan
Kebakaran lahan tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang. Asap yang dihasilkan dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan, paparan asap dapat berisiko serius.
Selain itu, kebakaran lahan mempengaruhi mata pencaharian warga. Banyak masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian dan perkebunan. Dengan kebakaran, hasil panen bisa hilang dan ekonomi lokal terdampak. Pemerintah daerah perlu memberikan bantuan dan pendampingan kepada warga terdampak.
BNPB terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh titik api terkendali. Petugas gabungan juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah kebakaran lahan. Upaya pencegahan dan mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang, sehingga keamanan lingkungan dan masyarakat dapat terjaga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com